
Jakarta – Barang bukti narkotika yang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN RI) semakin memprihatinkan, terutama setelah terungkapnya modus baru pengedar narkoba yang menggunakan drone.
Brigadir Jenderal TNI Luqman Arief dari Korem 121/Alambhana Wanawwai menjelaskan bahwa para pengedar menggunakan drone untuk memantau jalan tikus di wilayah mereka, sehingga mereka dapat melewati rute tersebut dengan aman saat mengirim narkoba.
“Mereka menggunakan drone untuk mengintai jalan-jalan tikus yang ada di wilayah, sehingga mereka (pengedar) aman selama akan melintas,” ujar Luqman
Luqman juga menduga bahwa para pengedar menggunakan drone untuk menjatuhkan narkoba di lokasi yang telah ditentukan.
Ia menceritakan bahwa pihaknya pernah mengamankan narkoba yang ditemukan tanpa pemilik, dan diduga belum sempat diambil oleh pihak terkait setelah dijatuhkan oleh drone.
“Ketika kami tunggu, mereka (pengedar) tidak datang, sehingga kami amankan barang tersebut,” ujar Luqman.
Selain penggunaan drone, modus baru lainnya adalah mengedarkan narkoba dengan pola kelompok kecil.
Modus ini juga sempat disinggung oleh Komjen Pol Marthinus Hukom Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam pengungkapan kasus narkotika, Jumat (20/9/2024).
Menanggapi munculnya berbagai modus baru, Irjen Pol. Tantan Sulistyana Sekretaris Utama BNN RI mengatakan pihaknya sedang menyusun lima strategi sebagai langkah antisipatif.
Kelima strategi tersebut meliputi kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, penguatan intelijen, penguatan wilayah pesisir, penguatan wilayah perbatasan dengan negara-negara lain, serta pendekatan secara tematik.
Terkait dengan penguatan wilayah perbatasan, BNN sudah berkomunikasi dengan Singapura, Malaysia, dan Timor Leste.
“Mungkin ke depannya dengan Papua Nugini dan seterusnya. Ini untuk memperkuat perbatasan,” kata Tantan.






