
JAKARTA – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menandatangani perjanjian kemitraan dengan PT Pertamina International Shipping (PIS) untuk pengangkutan kargo Petrokimia berupa Paraxylene dan Propylene.
Perjanjian kemitraan ini ditandatangani oleh Direktur Optimasi Feedstock dan Produk KPI Sani Dinar Saifuddin dan Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS Arief Sukmara.
Menurut Direktur Optimasi Feedstock dan Produk KPI, Sani Dinar Saifuddin mengatakan bahwa melalui kemitraan ini, diharapkan dapat memenuhi permintaan Paraxylene dan Propylene yang terus berkembang di pasar domestik maupun internasional. KPI memberikan kepercayaan kepada PIS untuk mengangkut muatan dari fasilitas kilang pengolahan KPI menuju fasilitas penyimpanan di beberapa lokasi lain di Indonesia.
“Kapabilitas PIS dalam dunia logistik maritim telah diakui secara internasional berkat kualitas armada dan standar keamanan tinggi yang telah diterapkan. Kami yakin dengan kapabilitas ini, KPI dan PIS dapat menjangkau lebih banyak konsumen serta memenuhi kebutuhan petrokimia untuk industri nasional secara lebih efektif, dengan biaya yang lebih terjangkau,” ungkap Sani Dinar Saifuddin dikutip MBKPOS.com, Kamis (3/10/2024).
Sementara itu, menurut Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS Arief Sukmara menegaskan pentingnya kemitraan tersebut untuk memenuhi permintaan pasar domestik terhadap produk petrokimia.
“Kami turut bangga terhadap kerja sama antara PIS dan KPI yang melambangkan sinergitas antara entitas Grup Pertamina. Kerja sama ini juga memungkinkan kedua belah pihak untuk mengembangkan bisnis petrokimia dengan memenuhi permintaan konsumen dalam negeri,” ungkap dia.
Arief juga mengatakan menjadi suatu kebanggaan perusahaan dapat berkolaborasi dengan KPI dalam upaya mengembangkan bisnis petrokimia secara agresif.
“Kami optimistis melihat kolaborasi ini. PIS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi tentunya kepada konsumen strategis kami, terutama KPI,” tambah Arief.
Paraxylene dan Propylene yakni dua bahan olahan kimia yang berasal dari minyak mentah. Keduanya digunakan sebagai bahan baku vital dalam berbagai proses industri yang dapat diolah menjadi berbagai produk industri, seperti plastik PET, komponen otomotif, obat-obatan, produk elektronik, hingga kosmetik.
Tingginya permintaan kedua produk ini seiring dengan fokus Indonesia pada peningkatan kapasitas industri menjadikan kemitraan ini sangat strategis.
Pengangkutan kargo Paraxylene dan Propylene dengan menggunakan armada PIS akan dilakukan secara optimal yang sudah dikonfigurasi khusus untuk memastikan keamanan pengangkutan sesuai dengan standar internasional. Volume pengangkutan kargo diperkirakan mencapai 5.000 Metric Ton untuk Paraxylene dan 1.567,5 Metric Ton untuk Propylene, dengan frekuensi pengiriman sebanyak 3-7 shipment setiap bulannya.
“Peran penting keduanya sebagai bahan baku industri membuat tren permintaan pasar terus meningkat. Kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik terhadap dua produk petrokimia tersebut dengan menawarkan solusi pengiriman yang aman dan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ucap Arief.*






