
JAKARTA – Siapa yang tidak kenal dengan Dian Andriani Ratna Dewi? Mayor Jenderal TNI Dian Andriani Ratna Dewi adalah seorang Purnawirawan TNI-AD yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran di Universitas Pertahanan.
Beliau juga menjadi perempuan pertama di TNI Angkatan Darat yang meraih pangkat jenderal bintang dua, setelah mendapat kenaikan pangkat satu tingkat dari pangkat sebelumnya.
Perempuan yang lahir di Bandung pada 3 Juni 1966 ini bergabung bersama TNI AD sejak tahun 1989 lewat jalur Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepalmilsuk) II. Ketika menempuh pendidikan ini, ia menekuni bidang kesehatan.
Setelah lulus, ia kemudian bergabung di Korps Kesehatan Militer (CKM) dan langsung bertugas sebagai perwira pertama Kesdam IV/Diponegoro.
Dian menjalani tugas pertamanya di Kesdam Diponegoro kurang lebih empat tahun. Selanjutnya, ia menjadi dokter Denkes Paspampres pada tahun 1993 dan menjadi perwira pertama Ditkesad pada tahun 1998.
Pada 2002, Dian dipindahkan menjadi Kanit UGD Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya dan Kasubintalwatnap Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya pada tahun 2004. Pada 2006, ia ditugaskan sebagai Kasubdep Penyakit Kelamin dan Kulit Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya. Kemudian pada 2008, menjadi Sub SMF Gol V Departemen Kulkel Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya.
Dian dipercaya menjadi Kainstaldik Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya pada 2011, Kadep Kulkel Tk II MRM Kesdam Jaya pada 2013, dan Wakil Kepala Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya.
Setelah itu, karier Dian berlahan mulai meroket. Dian kemudian menjadi Kepala Komite Medik Rumah Sakit Tk II MRM Kesdam Jaya pada 2017 dan Kadep Penyakit Kulkel RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2019. Pada 2001 – 2024, ia dipercaya menjadi Komite Etik Perumahsakitan RSPAD Gatot Soebroto serta Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pertahanan pada tahun ini.*






