Hukum

Paslon Nomor 3: Penegakan Hukum untuk Lindungi Lingkungan Jabar

CIREBON – Dalam debat kedua Pilgub Jawa Barat 2024 yang berlangsung di Hotel Patra, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/11/2024), pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie, menanggapi pertanyaan terkait kualitas lingkungan hidup yang diajukan oleh paslon nomor urut 1, Acep Adang Ruhiat dan Gitalis Dwinatarina.

Ilham Habibie menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya menjaga kualitas lingkungan, khususnya dalam konteks pengelolaan Sungai Citarum, yang merupakan salah satu prioritas utama. Menurutnya, keterlibatan masyarakat di tingkat kota dan kabupaten harus dioptimalkan, sejalan dengan langkah pemerintah provinsi untuk menegakkan aturan lingkungan secara tegas.

“Keterlibatan masyarakat bersama pemerintah provinsi sangat penting untuk menegakkan hukum secara ketat. Penegakan ini bukan hanya memberikan efek jera, tetapi juga mencegah pelanggaran di masa depan,” ujar Ilham Habibie, pada Sabtu (16/11/2024).

Dalam debat tersebut, Ilham juga mengatakan perlunya pengawasan ketat terhadap industri-industri yang beroperasi di sekitar Sungai Citarum. Menurutnya, banyaknya industri yang membuang limbah tanpa pengelolaan yang baik menjadi salah satu penyebab utama pencemaran sungai.

“Industri di sekitar Citarum harus diawasi dengan ketat. Tidak boleh ada yang bermain-main dengan mencemari sungai ini. Pemerintah harus menunjukkan komitmennya melalui pengamanan yang serius,” tegasnya.

Pasangan Syaikhu-Ilham yang diusung oleh Partai NasDem, PKS, dan PPP, berkomitmen untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup di Jawa Barat. Mereka percaya bahwa solusi lingkungan membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

Ahmad Syaikhu menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif ini harus didukung dengan langkah nyata, seperti memberikan edukasi kepada masyarakat, meningkatkan pengawasan di wilayah rawan pencemaran, serta menyediakan insentif bagi industri yang menjalankan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

“Kualitas lingkungan hidup tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pelaku industri. Dengan kerja sama yang baik, kami yakin Jawa Barat bisa menjadi provinsi yang lebih hijau dan lestari,” tutup Syaikhu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button