Parlemen

Mendikdasmen: Makan Bergizi Gratis Dukung Pendidikan Karakter Anak

Sumber Foto: Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter bagi mereka.

“Kepada para guru di sekolah-sekolah, kami tekankan bahwa Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar makannya, tetapi harus menjadi bagian dari pendidikan karakter,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (7/1/2024).

Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam kegiatan ini dimulai dengan adab sebelum makan, seperti berdoa, serta adab saat dan setelah makan, termasuk tata krama dan aturan makan yang baik.

Selain itu, ia menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis juga mengajarkan anak-anak untuk makan secukupnya, tanpa berlebihan atau membuang-buang makanan.

“Kemudian, melatih tanggung jawab, melatih toleransi, dan juga kemandirian, dan berbagai karakter utama yang lainnya,” ujarnya.

“Sehingga sekali lagi, pelaksanaan makan bergizi gratis di sekolah itu, selain untuk meningkatkan kekuatan fisik, juga kekuatan intelektual, dan juga aspek-aspek lain yang berkaitan dengan karakter dan keperibadian utama,” tambah Abdul Mu’ti.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikdasmen) menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah (Sekolah Sehat).

Program ini diharapkan juga melibatkan pengukuran kesehatan siswa, seperti tinggi badan, berat badan, dan aspek kesehatan fisik lainnya, untuk menciptakan talenta berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Program ini merupakan prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang resmi dimulai pada 6 Januari 2024 di sekolah-sekolah dan posyandu di 26 provinsi Indonesia.

Sebanyak 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG sudah beroperasi untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa dan ibu hamil, dan jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 937 titik pada akhir Januari 2025.

Program ini ditargetkan akan menjangkau tiga juta penerima manfaat, dengan harapan jumlah tersebut meningkat menjadi 15 juta penerima manfaat pada akhir 2025, dan 82,9 juta pada 2029.

Dalam pelaksanaannya, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kebersihan dan kualitas makanan tetap terjaga, dengan kemasan yang aman dan higienis menggunakan stainless steel food grade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button