
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menanggapi persoalan hunian warga Kampung Bayam yang terdampak pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS).
Permasalahan utama terkait ketidakpastian status kepemilikan Kampung susun Bayam yang mana menjadi sorotan dlam kontestasi politik Jakarta.
Calon Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa dirinya telah menandatangani surat kesepakatan dengan warga Kampung Bayam yang sedang menuntut kepastian tempat tinggal.
Pramono berjanji kepada warga Kampung Bayam akan menyelesaikan permasalahan terkait kepastian hunian bagi warga tersebut.
“Kebetulan saya sudah menandatangani kesepakatan warga Kampung Bayam, saya sudah menandatangani, saya berjanji untuk menyelesaikan itu,” ujar Pramono pada Ŕabu (25/9/2024).
Pramono juga mengatakan bahwa isi kesepakatan mengenai persoalan yang sebelumnya dikembbalikan kepada Anies Baswedan ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Isi Kesepakatannya salah satunya menyelesaikan persoalan di Kampung Bayam, dikembalikan kepada apa yang menjadi kesepakatan antara warga yang jumlahnya 133 KK dengan Mas Anies,” ujar Pramono.
Sebelumnya diketahui Kampung Susun Bayam merupakan proyek hunian sebagai upaya penataan kawasan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Proyek ini digagas oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Warga Kampung Bayam yang terdampak dijanjikan akan mendapatkan hunian baru di Kampung Susun Bayam. Namun setelah proyek selesai pada tahun 2022, warga Kampung Bayam masih belum memiliki akses untuk menempati rumah susun tersebut.
Selain itu terdapat kebuntuan perjanjian antara warga dan pemerintah provinsi terkait prosedur dan skema pembiayaan. Warga terus menuntut kepastian akan janji yang harus direalisasikan terkait hunian tersebut.
Kampung Susun Bayam ini seharusnya menjadi solusi perumahan bagi warga yang terdampak. Kini menjadi simbol ketidakpastian bagi 133 kepala Keluarga (KK) yang menunggu hak mereka.






