
JAKARTA – Siapa yang tak kenal Hasan Nasbi seorang konsultan politik yang berpengaruh di Indonesia. Ia lahir di Bukittinggi pada 1979. Hasan telah meniti karir sebagai konsultan politik.
Nama Hasan Nasbi mulai dikenal oleh publik saat ia menjadi pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 silam. Dukungan ini menjadi awal dari kedekatan personal antara Hasan dan Jokowi. Kedekatan terus berlanjut, di mana Hasan memainkan peran strategis dalam dua kali kemenangan Jokowi pada pemilihan Presiden tahun 2014-2019.
Ia merupakan juru bicara (Jubir) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu. Jauh sebelum menjadi juru bicara Prabopria kelahiran Bukittinggi pada 1979 ini berprofesi sebagai wartawan. Profesi ini dilakoninya selama 2005-2006 setelah lulus dari jurusan ilmu politik Universitas Indonesia.
Setelah menjadi wartawan, dia berkarier sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia sejak 2006 hingga 2008. Kemudian ia mendirikan lembaga survei Cyrus Network pada 2010.
Lewat Cyrus Network, Hasan Nasbi makin malang melintang di dunia politik. Dia disebut terlibat dalam kampanye Jokowi-Ahok di Pilkada 2012 dan beberapa kali diberbagai kesempatan mendampingi presiden Jokowi.
Saat ini Hasan Nasbi menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Ketika diangkat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi ditugasi mendukung kebijakan komunikasi dan informasi mengenai kebijakan strategis dan program prioritas presiden.
Hasan menjadi orang pertama yang menjabat Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sebagai lembaga baru yang dibentuk pada 15 Agustus 2024 lewat Peraturan Presiden No.82 tahun 2024.*






