Parlemen

Indonesia Ingin Gabung BRICS, DPR: Wajib Kita Dukung

Sumber foto: instagram @Sugiono_56

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan). Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengatakan bahwa ini adalah kebijakan pemerintah yang harus didukung.

“Ini merupakan kebijakan pemerintah yang wajib kita dukung,” kata Dave

Dave menjelaskan bahwa semua peluang untuk membuka kerja sama ekonomi harus dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang 1945.

Lebih lanjut, Dave mengatakan bahwa BRICS juga menawarkan peluang untuk dialog yang dapat menjamin kesejahteraan masyarakat dan berfungsi sebagai forum untuk perdamaian dunia.

“Semua peluang kerja sama ekonomi yang membuka komunikasi dan dialog yang menjamin kesejahteraan warga dan dapat menjadi forum perdamaian dunia wajib kita jalankan sesuai dengan UUD 1945 kita. Sejalan dengan pidato Prabowo di MPR, ini merupakan tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS. Sugiono menyatakan bahwa Indonesia ingin bergabung dengan BRICS untuk memperkuat kepentingan negara-negara selatan.

Sugiono menyampaikan keinginan tersebut saat mewakili Presiden Prabowo Subianto di KTT BRICS di Kazan, Rusia. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf dari Prabowo yang tidak bisa hadir secara langsung di Rusia.

“I would like to thank you for the invitation to President Prabowo Subianto to attend this distinguished summit and allow me to convey the regards and the greetings of President Subianto (Saya ingin mengucapkan terima kasih atas undangan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pertemuan puncak yang terhormat ini dan izinkan saya menyampaikan salam dan hormat dari Presiden Subianto),” ucap Sugiono

Ia menjelaskan bahwa Prabowo sangat ingin hadir dalam KTT BRICS di Rusia. Namun, ia menambahkan bahwa Prabowo memiliki beberapa agenda yang harus diselesaikan setelah pelantikan sebagai Presiden.

Setelah itu, Sugiono menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS serta menjelaskan alasan di balik keinginan tersebut.

“It is my pleasure, as the special envoy of the President of the Republic of Indonesia, to announce Indonesia’s intention to join BRICS and become its member. By doing so, Indonesia will be able to better support BRICS’ efforts to advance the courses and interests of the global south and while also contributing to the maintenance of world order based on freedom, lasting peace, and social justice (Merupakan suatu kehormatan bagi saya, sebagai utusan khusus Presiden Republik Indonesia, untuk mengumumkan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS dan menjadi anggotanya. Dengan demikian, Indonesia akan dapat lebih mendukung upaya BRICS untuk memajukan arah dan kepentingan negara-negara di belahan bumi selatan dan sekaligus memberikan kontribusi bagi pemeliharaan ketertiban dunia yang berdasarkan pada kebebasan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial),” ucapnya.

Sebagai informasi, BRICS adalah kelompok negara informal yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Rusia merupakan negara yang memprakarsai pembentukan BRICS.

Dalam perjalanannya, anggota BRICS terus bertambah, dengan Mesir, Ethiopia, dan Iran sebagai negara-negara terbaru yang bergabung. (yk/dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button