Politik

Cak Imin Yakin PKB Bisa Berkontribusi Atasi Masalah Judol

Sumber Foto: Instagram/@cakiminow

 

JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa cak imin, saat membuka Bimtek Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Se-Jawa menyatakan keyakinannya bahwa partainya mampu mengatasi masalah judi online.

Ia menjelaskan bahwa kecanduan judi online disebabkan oleh kurangnya edukasi yang seimbang dalam memanfaatkan teknologi.

Muhaimin menambahkan, meskipun masyarakat sudah lama terpapar dengan penggunaan gawai, namun edukasi yang positif sering kali terabaikan.

“Itu adalah fakta yang harus diatasi oleh negara, tetapi juga harus diimbangi dengan perbaikan pendidikan kita. Bagaimana teknologi dan disrupsi di kehidupan kita ini memerlukan inovasi dan solusi. Dan saya yakin PKB bisa berkontribusi mengatasi masalah itu,” ujar Muhaimin

Muhaimin mengidentifikasi tiga langkah penting yang perlu dilakukan oleh Fraksi PKB, yaitu keberanian dalam mengambil keputusan, regulasi yang tegas, dan perbaikan pola pendidikan.

Karena itu, ia mendorong kader Fraksi PKB untuk berkontribusi secara nyata dalam mengatasi bahaya judi online.

“Saya berharap DPR-DPRD PKB mengantisipasi percepatan perubahan dengan sungguh-sungguh, tidak menjadikan perubahan ini hal yang terlewatkan tapi kita harus muncul memberi jawaban serta solusi atas masalah itu. Makanya tagline PKB sekarang adalah PKB Solusi Bangsa,” tuturnya.

Selain itu, Muhaimin juga mendorong seluruh anggota Fraksi PKB untuk terus mengasah kemampuan dan kapasitas diri agar bisa memberikan solusi yang efektif untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

“Apa yang kita lakukan adalah rangkaian ikhtiar kita menata, memperbaiki, dan mempercepat kemakmuran bangsa kita,” ujarnya.

Muhaimin tetap optimistis bahwa PKB akan tetap berperan meskipun terdapat keterbatasan, asalkan ada inovasi dan kreativitas kolektif.

Ia juga mendukung tema bimtek yang berfokus pada pemberantasan judi online tersebut.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa tema judi online diangkat dalam bimtek kali ini karena masalah judi daring telah menjadi bencana yang merugikan banyak aspek kehidupan.

“Kami menghadirkan pembicara dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sampai kiai. Targetnya seluruh Fraksi PKB paham dan bisa mengambil langkah strategis pendampingan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Halim menambahkan, dari bimtek ini, Fraksi PKB diwajibkan merumuskan regulasi dan merancang langkah konkret untuk mengatasi bahaya judi online.

“Ini pola bimtek sekarang, tidak sekedar bimtek selesai, lalu selesai. Tapi harus ada tindak lanjutnya,” pungkasnya. (YK/dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button